Tentang hari ini, yang setelah saya rasa persahabatan itu tak perlu formalin untuk mengawetkannya. Karena dulu, saya pikir itu perlu agar tak ada belatung yang membusukkannya.

Hari ini, setelah saya tau ternyata persahabatan tak hanya menceritakan tentang perasaan kita hari ini. Tapi juga sejarah dan cita-cita kita.

Hari ini saya juga tau, persahabatan memang seperti kepompong. Bisa merubah ulat menjadi kupu-kupu. Tapi yang indah kan kupu-kupunya, adakah yang tau kalau salah satu dari kita tersiksa dalam kepompong perasaanya sendiri?

Dan di hari ini aku tau, seseorang yang kita anggap sahabat belum tentu menganggap kita sebagai sahabatnya.

“Kini aku tak menyalahkan Qais si Majnun hidup dalam dunia yang dirangkainya sendiri, yang dia percaya hanya perasaannya kepada Laila, tapi tanpa sahabat yang setia dan terpercaya disisinya. ”

Kuharap engkau bersikap manis walaupun kehidupan demikian pahit
Kuharap engkau ridha walaupun orang lain murka
Jika cinta-Mu membara, maka semua yang lain adalah ringan
dan semua yang ada di atas tanah itu adalah tanah

DR. ‘Aidh Al-qarni “La Tahzan”

Akhi yang baik, hari ini hari pernikahanku
Dengan seorang lelaki sholeh yang telah melamarku sebulan yang lalu
Walau aku telah membuka pintu hatiku padamu sejak lama
Tapi engkau tak pernah datang

Akhi yang baik, hari ini hari bahagiaku
Kau berada di antara kerumunan undangan dan aku tahu itu
Kau menitikkan air mata melihatku duduk di pelaminan dengan seorang lelaki
entah haru, kecewa atau bersyukur, aku tak tahu maknanya
Engkau lebih pintar bertutur kata dan mengelak, aku paham itu

Akhi yang baik, Jangan terlalu lama memilih wanita sempurna
Tidak ada lagi wanita sempurna di akhir jaman ini
Menikahlah Akhi, agar engkau berjalan dalam sunnah Rasulullah sebenarnya
Bukan sekedar kata-kata wacanamu semata yang menghiasi hidupmu
Tapi ada belahan imanmu menemani hari-hari dakwah bil hikmahmu…

(Irfan Dive 02112010)

tulisan ini saya dapatkan di facebook, untuk sahabat yang merasa ini tulisan hasil karyanya, saya mohon izin untuk menerbitkannya disini. terima kasih dengan sangat dalam

Anak gadis itu terlihat sayu, sembab, gambaran patah hati di wajahnya, terluka dan merenungi nasibnya. Sang kekasih hati yang harus menikah dengan orang lain, di sisi lain wanita yang mendampinginya adalah wanita baik-baik yang sangat dikenalnya. Di dalam hatinya, rasa ingin datang ke acara pernikahan mereka. Tapi dia takut tak sanggup menyembukan rasa sakit hati dan air mata nelangsanya. Tiba-tiba sang ayah datang, dengan mata yang berapi-api seperti ada kemarahan yang menyulut emosinya.
“Kelakuanmu seperti orang yang tak beriman. Kalau kamu seperti ini, kamu takkan mendapat pengganti yang lebih baik dari dia.”ujar sang ayah.
Gadis menjawab, ” kenapa ayah seperti itu. Aku ini anak ayah, mestinya ayah mendoakan yang terbaik untuk anaknya.”

Dengan suara yang lantang dan tanpa keraguan, beliau menjawab,

“Doa ayah selalu terucap untukmu, tapi kelakuanmu ini yang membuat doa ayah ditolak.”

*ketika maghrib, tayangan sebuah stasiun televisi swasta. Tersadarkan kembali bahwa semuanya telah diatur oleh-Nya. subhanallah :(

Siapa pun yang hendak menempuh Jalan Allah Azza wa-Jalla, hendaknya ia membersihkan dirinya sebelum ia suluk. Sebab nafsu selalu su’ul adab, karena ia terus mendorong untuk keburukan.

Hati-hati, anda sedang beramal di sisi Allah Azza wa-Jalla, lalau bagaimana anda berjalan menuju kepadaNya?
Maka perangilah nafsumu, hingga ia tenang. Jika ia tenang maka ia akan mengikutimu menuju pintuNya. Jangan sampai berselaras dengan nafsu kecuali setelah anda membersihkannya, setelah mengajarinya, dan beradab yang bagus serta tenang pada janji Allah Azza wa-Jalla dan ancamanNya.

Nafsu itu buta, pekak, bisu, kotor dan lumpuh serta bodoh terhadap Tuhannya Azza wa-Jalla. Dan itu butuh kendali, butuh pembimbing dan waktu yang panjang, waktu demi waktu, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Maka, beranikan dirimu dan jangan takut dengan pedang nafsu, tajamnya mata pedangnya dari besi yang keras kasar.

Nafsu hanya bicara tak pernah bertindak, dusta tanpa kejujuran, janji tanpa menepati. Tak ada cinta, dan ia mengembara tanpa negeri. Iblis adalah pemimpinnya. Dan nafsu tidak memiliki kekuatan untuk memusuhi dan kontra di hadapan orang beriman yang benar-benar dekat pada Allah Azza wa-Jalla.

Bagaimana mungkin? Karenanya jangan menduga bila Iblis masuk syurga dan mampu mengeluarkan Adam as, dari syurga itu semata karena kekuatannya. Namun karena Allah Azza wa-Jalla memberikan kekuatan, dan menjadikannya sebagai sebab belaka, bukan sebagai asal akarnya.

Hai orang yang akalnya picik, jangan sampai kalian lari dari pintu Allah Azza wa-Jalla, hanya karena cobaan yang menimpamu. Karena Dia lebih Tahu apa yang baik bagimu. Allah tidak memberikan cobaan padamu melainkan demi faedah dan guna. Bila Allah memberikan cobaan padamu, maka refleksikan dirimu akan dosa-dosamu, perbanyak istighfar, taubat, dan memohon kesabaran dan kekokohan. Tetaplah di hadapanNya, dan bergelayutlah pada belas kasihNya, dan mohonlah agar diberi jalan keluar dari cobaan itu, serta penjelasan arah kebajikan di dalamnya.

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany.
di Madrasahnya tanggal 18 Sya’ban 545 H