Rasulullah mengatakan
“Air mata boleh mengalir , hati boleh sedih, tetapi lisan hanya boleh mengucapkan apa yang membuat Allah Ridha” (book Khadijah, the true love story of Muhammad)

Semoga Allah menjaga yang terkandung bila itu baik, dan mengeluarkan bila itu buruk. Semoga perasangka baik ini, memang sesuai takdir-Mu :)

aku tau, engkau ada di sana sayang… :(

aku tau malam itu
rasa cemburumu itu
membuatku membisu
bahwa kau begitu mencintaiku

kalau bisa kusembah
akupun rela bersumpah
bahwa cinta ini slalu membuncah
dan dirimupun yang terindah

Tenanglah sayang
aku hanya milikmu seorang
yang tiap sore menunggumu pulang
demi ciuman dan senyuman mengembang

jangan menyiksaku dengan diammu, itu serasa penjara bagiku
maafkan aku…
:(

diam itu tandanya iya..
diam itu artinya benar..
diam itu… ada indikasi ada luka
dan diam itu, menyimpan sakit yang terpendam

tidak perlu sedikit atau tidak, dalam atau dangkal, terlintas atau tidak, sakit ini datang dengan cara yang halus dan teratur. Tanpa ada vaksin yang bisa mencegah kecepatannya…

bukan maksud hati, memberi makan hatiku dengan cara seperti ini. hmmmm sudahlah, biarkan saja seperti ini… kita akan tau, seberapa dalam luka itu merasuk. :)

Sejak mendung menghiasi langit bali…

Sebentar saja untuk melihat, disini masih penuh dengan pekat …
Sebentar saja untuk mendengar, disini masih penuh tanya…
Sebentar saja waktu untuk merasa, karena disini masih ada praduga…

Bukan Allah tak tahu derita hidup kita dan retaknya hati kita. Tapi sebenarnya memang itulah yang Dia mau, karena Dia tau hati yang begitulah yang akan selalu lebih lunak dan mudah dekat dan akrab pada-Nya.
(terima kasih ya sobat yang sudah mengirim kalimat ini di inbox Fbku :) terima kasih karena mengerti bahwa aku sangat berat untuk memulai pembicaraan ini. Bicara, bahwa aku …. :( )

Mar’atusshalihah (wanita yang sholihah), zaujatul muthi’ah (istri yang taat), dan ummul madrasah (ibu yang mendidik).

Nama-nama yang indah,tapi itu adalah amanah
Tugas yang mulia bagi setiap hawa

always try :)

Sumber

sore masih tetap seperti biasa, senja juga tetap terbit seperti kemarin, tanpa mendung dan angin yang dingin. Dan yang dihadapanku, masih seperti bulan-bulan sebelumnya… tugas yang kucintai dan selalu dikejar waktu.

Hanya saja, tak seperti yang sebelum-sebelumnya…

Taukah cinta, bahwa ada rasa tak indah disini…
saat tak semua ucapan mereka itu menentramkan, tapi membuatku khawatir
saat senyum-senyum menggoda itu membuatku malu, tapi juga resah
saat perhatian-perhatian mereka adalah kekuatan yang kucari, tapi juga evaluasi

Kau harus tau cinta, bahwa ada ragu disini
ketika sadar, bahwa semuanya belum pasti..
takut kalau semua ini hanya membual janji
walau aku tau, kau pasti datang menemuiku, di sini

Ketika aku berharap dipertemukan dengan orang yang sabar, ternyata aku dipertemukan dengan orang yang melatih kesabaranku. Allah memang memberikan yang aku butuhkan,,,

Sekecil apapun bagianku dalam batang tubuh ini, aku adalah kelengkapannya….
Dan aku membanggakannya ?

Lama aku mendambanya, tercipta dan tergerus zaman hingga sampai dalam tubuh ini. Melewati beribu mimpi, dan berulang air mata kenyataan yang tetap sama. Dan ketika kereta penjemputan itu datang dan sujudku tersungkur tak tertahan, dan ini bukan lagi perjalanan ke kota mimpi…

Cita-cita, mimpi, apapun itu…
Bukan bagaimana kita memimpikannya, bukan tentang cara memimpikannya, dan tak hanya bagaimana menggapainya, tapi juga bagaimana setia pada mimpi itu…

Lihat pada cerita-cerita si jahat itu, drama-drama si antagonis yang selalu beruntung mencapai nafsu dunianya. Atau tentang syaitan-syaitan yang mengeluarkan adam dari megahnya surga. Sumpah serapahnya hingga akhir zaman, dipupukkan hingga generasi seterusnya untuk kerusakan hati manusia agar terhinakan di mata Tuhan-Nya. Benar, karena mereka setia pada cita-citanya, pada janji dan sumpahnya. Janji yang telah diiyakan oleh Tuhannya…

Ketika impian 15 tahun lalu, kini terwujud nyata….

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa, jika di dalam hutan

(Imam Syafi’i)

Mukaddimah dalam novel Negeri 5 Menara

Semakin lama hidup, ternyata semua tak serumit yang kupikirkan, tapi tak semudah yang kubayangkan.
Pilihan-pilihan yang muncul tanpa prediksi, wajah-wajah baru yang harus kutemui tanpa permisi. Perubahan-perubahan yang membuat raut wajah makin tak jelas, seiring musim yang makin tak terkendali. Jalan hidup yang kapan saja bisa berubah seperti pusaran angin yang berputar ke segala penjuru arah. Dan do’a-do’a yang tak dinyana bisa terkabul kapan saja seperti musim hujan yang datang lebih cepat ataupun penantian musim panas yang terlampau panjang.


Read the rest of this entry »

Tentang hari ini, yang setelah saya rasa persahabatan itu tak perlu formalin untuk mengawetkannya. Karena dulu, saya pikir itu perlu agar tak ada belatung yang membusukkannya.

Hari ini, setelah saya tau ternyata persahabatan tak hanya menceritakan tentang perasaan kita hari ini. Tapi juga sejarah dan cita-cita kita.

Hari ini saya juga tau, persahabatan memang seperti kepompong. Bisa merubah ulat menjadi kupu-kupu. Tapi yang indah kan kupu-kupunya, adakah yang tau kalau salah satu dari kita tersiksa dalam kepompong perasaanya sendiri?

Dan di hari ini aku tau, seseorang yang kita anggap sahabat belum tentu menganggap kita sebagai sahabatnya.

“Kini aku tak menyalahkan Qais si Majnun hidup dalam dunia yang dirangkainya sendiri, yang dia percaya hanya perasaannya kepada Laila, tapi tanpa sahabat yang setia dan terpercaya disisinya. ”