Inginnya tidak memikirkannya, bahkan membicarakannya, apalagi…. hmmmmm

Seperti telur, yang kita yakini akan menjadi anak ayam. Tak tahu, ternyata besok terinjak dan pecah…
Maunya mangga itu segera menguning dan manis rasanya, ternyata ada yang ngidam ingin mangga muda….
Inginnya semua bisa dibicarakan, tapi tak pernah ada dalam skenario kemarin dan hari ini…

Ini bukan masalah sekedar memberi kebebasan untuk memilih dan mengatur keinginan dan impian. Ini berbicara tentang oraganisasi yang akan kita bentuk. Semua harus dibicarakan, dipikirkan dan direncanakan bersama…

Karena kita tak sama…

Bila terus seperti ini, baiknya kita tak perlu membicarakannya lebih dulu…
Semakin hari stadium ketakutanku makin meningkat, tensi kebingunganku makin naik dan denyut ketidakpastian itu makin cepat

Semakin ditunda membicarakannya, akan ada kebaikan lain yang tertunda bahkan semakin samar kepastiannya

Aku ingin bicara tentang warna-warni itu, warna yang aku suka…
Dan hanya aku, tanpa yang lain :(

Sungguh, ini tulisanku yang menyebalkan

Bagaimana bisa terbang bila hanya satu sayap yang mengepak
Bagaimana bisa berkembang bila putiknya patah
Dan akankah adanya hari tanpa melewati malam?

Aku bertanya tentang apa itu pasangan jiwa? Diakah yang selalu menemani atau yang hanya mengawasi? Yang selalu mendengarkan atau yang selalu diungkapkan? Ada disini atau hanya di hati? Yang pernah menyakiti atau selalu menyayangi? Apakah yang sama atau selalu berbeda? Lalu yang bagaimana?
Dan apa itu pernikahan? Pengikat janji atau perjalanan sehidup semati? pemuas nafsu atau hanya karena merasa perlu? Pilihan karena saling cinta? Mungkin hanya paksaan semata?

Apapun jawabannya dan maknanya, akhirnya akan menimbulkan pertanyaan baru. Apakah ia? benarkah seorang dia? Terlalu banyak tulisan-tulisan yang menjabarkan cara penerimaannya, buku-buku yang berjudul sama. Yang kadang hanya ditulis orang-orang yang belum melewatinya. Jadi, ikuti kata hati dan jalani…
Siapapun dia yang menggenggam tangan sang bapak, dialah pasangan jiwa yang dipilih Allah melalui hati. Dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya, pasti ada berbagai kelebihan yang tersimpan didalamnya. Demi kebaikan hidup saat ini, besok dan akhirat nanti.

Bismillahirrahmannirrahim, semoga semua dalam keridhaan-Nya dan ridha orang tua. Amin

Kembali, dalam dunia yang slalu menghanyutkanku
dengan naskah baru dalam tulisanku
Tentang yang tlah lalu ataupun yang akan kita tuju

Sedikit renovasi, refresh :)
Happy blogging

tags

Berbagi untuk sahabat-sahabatku, sang istri tercantik untuk melanjutkan cerita hidupnya dengan sahabat terbaiknya, rekan hidupnya, tuan dalam pengabdian hidupnya, pelengakp agamanya dan yang senantiasa menjadi teman untuk belajar menjadi istri idaman…

Abu Darda’ membuat kesimpulan mengenai hal-hal yang tidak disukai para lelaki dari seorang perempuan. Ia mengungkapkan hal tersebut kepada istrinya dengan bersyair :
Terimalah permintaan maafku, niscaya engkau akan selalu mendapatkan kasih sayangku

Janganlah engkau memberikan komentar tentang kondisiku, ketika aku dirundung amarah.

Janganlah engkau lari dariku, niscaya aku akan memutuskan perkara yang dapat menjadikan aku memukulmu di lain waktu.
Sebab, engkau tidak akan pernah tahu bagaimana seorang istri yang ditinggalkan oleh suami mereka

Janganlah engkau banyak berkeluh kesah dan pergi dengan hawa nafsu, sehingga engkau tak mempedulikan hatiku, sedang hati itu berbolak balik tak menentu.

Sesungguhnya aku hanya melihat cinta itu berada di dalam hati, dan jika hati yang sakit itu bersatu dengan cinta, niscaya cinta tiada akan nampak

Quote by book of DR. Muhammad Kamal Zainuddin

Dan ternya istri idaman bukanlah sejumlah kelebihan dan perawakan yang dibawa dari lahir, gadis hingga berubah menjadi istri. Tapi Istri idaman itu melalui proses pembelajaran tiada henti untuk membentuk diri kita menjadi seorang istri idaman saat menjalani sebuah pernikahan. be the best wife, sahabatku…

*inipun lebih untuk diriku sendiri, untuk hidup baru yang akan kujelang dan pasti akan datang :)

Sekecil apapun bagianku dalam batang tubuh ini, aku adalah kelengkapannya….
Dan aku membanggakannya ?

Lama aku mendambanya, tercipta dan tergerus zaman hingga sampai dalam tubuh ini. Melewati beribu mimpi, dan berulang air mata kenyataan yang tetap sama. Dan ketika kereta penjemputan itu datang dan sujudku tersungkur tak tertahan, dan ini bukan lagi perjalanan ke kota mimpi…

Cita-cita, mimpi, apapun itu…
Bukan bagaimana kita memimpikannya, bukan tentang cara memimpikannya, dan tak hanya bagaimana menggapainya, tapi juga bagaimana setia pada mimpi itu…

Lihat pada cerita-cerita si jahat itu, drama-drama si antagonis yang selalu beruntung mencapai nafsu dunianya. Atau tentang syaitan-syaitan yang mengeluarkan adam dari megahnya surga. Sumpah serapahnya hingga akhir zaman, dipupukkan hingga generasi seterusnya untuk kerusakan hati manusia agar terhinakan di mata Tuhan-Nya. Benar, karena mereka setia pada cita-citanya, pada janji dan sumpahnya. Janji yang telah diiyakan oleh Tuhannya…

Ketika impian 15 tahun lalu, kini terwujud nyata….

Menunggu skenario indah untuk kutulis kembali..
di layar ini :)

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa, jika di dalam hutan

(Imam Syafi’i)

Mukaddimah dalam novel Negeri 5 Menara

Tentang hari ini, yang setelah saya rasa persahabatan itu tak perlu formalin untuk mengawetkannya. Karena dulu, saya pikir itu perlu agar tak ada belatung yang membusukkannya.

Hari ini, setelah saya tau ternyata persahabatan tak hanya menceritakan tentang perasaan kita hari ini. Tapi juga sejarah dan cita-cita kita.

Hari ini saya juga tau, persahabatan memang seperti kepompong. Bisa merubah ulat menjadi kupu-kupu. Tapi yang indah kan kupu-kupunya, adakah yang tau kalau salah satu dari kita tersiksa dalam kepompong perasaanya sendiri?

Dan di hari ini aku tau, seseorang yang kita anggap sahabat belum tentu menganggap kita sebagai sahabatnya.

“Kini aku tak menyalahkan Qais si Majnun hidup dalam dunia yang dirangkainya sendiri, yang dia percaya hanya perasaannya kepada Laila, tapi tanpa sahabat yang setia dan terpercaya disisinya. ”

Aboting wong nandang tresno
Tak belani nganti tekan pati
Tresnaku mung kanggo siro
Kusumo ayu sing merak ati

Awan bengi ra biso lali
tansah eling esem mu
Nganti kapan aku rangerti
biso nyanding sliramu

Read the rest of this entry »

Kuharap engkau bersikap manis walaupun kehidupan demikian pahit
Kuharap engkau ridha walaupun orang lain murka
Jika cinta-Mu membara, maka semua yang lain adalah ringan
dan semua yang ada di atas tanah itu adalah tanah

DR. ‘Aidh Al-qarni “La Tahzan”