pancake sederhanakerupuk ampas kedelai

hari ini kembali sibuk di dapur (lagi semangat belajar masak :D )
buat pancake, karena penasaran sama jajan yang satu ini. pernah sih ngerasain waktu hanimun ke ubud, jadi ingin belajar buat sendiri. Ternyata, agak bantet dan kurang manis (kata suami :( )

Yang kedua, itu kerupuk dari ampas sari kedelai yang waktu ini sempet dibikin. Biar gak mubadzir, jadi ampasnya dibuat kerupuk aja. Rasanya, mirip kayak keripik tempe dan alhamdulillah mertua seneng :)

moga-moga bisa masak yang lain lagi dan lebih enak lagi :)

Sejak jadi istri dan berhenti jadi karyawan, mesti belajar masak. Ya setidaknya bikin kudapan sederhana untuk permulaan. Contohnya ini nih, suami seneng banget sama agar-agar. Bosen juga kalau cuma dimasak biasa, karna ada kurma dan roti tawar, dimanfaatkan saja. Plus tambah kopi dikit :)

Untuk susu kedelainya, lumayan bisa lah… karena sering liat ibu bikin di rumah. Bedanya cuma ditambah kacang ijo, biar gizinya makin lengkap :)

*mulai menikmati jadi mbak RT ;)

aku tau malam itu
rasa cemburumu itu
membuatku membisu
bahwa kau begitu mencintaiku

kalau bisa kusembah
akupun rela bersumpah
bahwa cinta ini slalu membuncah
dan dirimupun yang terindah

Tenanglah sayang
aku hanya milikmu seorang
yang tiap sore menunggumu pulang
demi ciuman dan senyuman mengembang

jangan menyiksaku dengan diammu, itu serasa penjara bagiku
maafkan aku…
:(

Hampir semua pertanda itu kini kualami
Semoga ini hasil dari apa yang kami impi
sungguh, rasa ini kunikmati
demi sebentuk cinta yang slalu dinanti

berbaringlah engaku disana
ditempat nyaman walau gulita
disini, ku hanya bisa merasa dan meraba
bahwa kau memang nyata disana

ciuman dan belaian tanda impian
slalu menghiasi ragaku tiap kali pulang
Percayalah sayang, Allah Maha Mengabulkan
dan dia akan datang…

Demi senyum dan ciuman yang slalu kurindu tiap sore dan hari-hari berikutnya, darimu…
semoga, pertanda baik. Amin…

Kalau aku bisa depositokan air mataku, akan kucairkan sebagian untuk kebahagiaanku beberapa hari lagi dan sisanya kusimpan untuk setelahnya…
Agar ia tak jatuh hari ini…
Kesedihan yang tak dianggap…

Pada hari-hari terakhirpun ujian semakin mendera, menyerang dan bertahan. Hanya dengan mengeluh pada-Mu, semuanya akan menguap setitik demi setitik.
Apapun, aku menerimanya :)

Walaupun selangkah lagi, bahkan setengah langkah saja…
Semua telah diatur oleh-Nya…
Untuk jalan yang begitu indah berliku, dan peristiwa yang tak terduga..
Sungguh Allah-lah sebaik-baiknya Pembuat Janji

Singkat, hingga di titik ini…
tapi ini adalah awal untuk jalan yang tak singkat

diam itu tandanya iya..
diam itu artinya benar..
diam itu… ada indikasi ada luka
dan diam itu, menyimpan sakit yang terpendam

tidak perlu sedikit atau tidak, dalam atau dangkal, terlintas atau tidak, sakit ini datang dengan cara yang halus dan teratur. Tanpa ada vaksin yang bisa mencegah kecepatannya…

bukan maksud hati, memberi makan hatiku dengan cara seperti ini. hmmmm sudahlah, biarkan saja seperti ini… kita akan tau, seberapa dalam luka itu merasuk. :)

Sungguh, seperti pahlawan di dunia maya tapi pecundang di alam nyata….

Biarkan saja, setiap orang punya dunia, dunia yang menghanyutkan dan melenakan.Yang bisa membuatnya lupa dan melupakan teror masalah di hatinya. Tapi bisa juga sekedar mengalihkan pandangannya, mengacaukan pikirannya atau menerawang mimpi-mimpinya.

dan akulah pahlawan dalam duniaku, di sini..
dan akupun sebatas pecundang dalam kisahku, kisah yang belum terungkap dan takut kusingkap.

Atau, engkau juga cinta?

Sejak mendung menghiasi langit bali…

Sebentar saja untuk melihat, disini masih penuh dengan pekat …
Sebentar saja untuk mendengar, disini masih penuh tanya…
Sebentar saja waktu untuk merasa, karena disini masih ada praduga…

Bukan Allah tak tahu derita hidup kita dan retaknya hati kita. Tapi sebenarnya memang itulah yang Dia mau, karena Dia tau hati yang begitulah yang akan selalu lebih lunak dan mudah dekat dan akrab pada-Nya.
(terima kasih ya sobat yang sudah mengirim kalimat ini di inbox Fbku :) terima kasih karena mengerti bahwa aku sangat berat untuk memulai pembicaraan ini. Bicara, bahwa aku …. :( )

Inginnya tidak memikirkannya, bahkan membicarakannya, apalagi…. hmmmmm

Seperti telur, yang kita yakini akan menjadi anak ayam. Tak tahu, ternyata besok terinjak dan pecah…
Maunya mangga itu segera menguning dan manis rasanya, ternyata ada yang ngidam ingin mangga muda….
Inginnya semua bisa dibicarakan, tapi tak pernah ada dalam skenario kemarin dan hari ini…

Ini bukan masalah sekedar memberi kebebasan untuk memilih dan mengatur keinginan dan impian. Ini berbicara tentang oraganisasi yang akan kita bentuk. Semua harus dibicarakan, dipikirkan dan direncanakan bersama…

Karena kita tak sama…

Bila terus seperti ini, baiknya kita tak perlu membicarakannya lebih dulu…
Semakin hari stadium ketakutanku makin meningkat, tensi kebingunganku makin naik dan denyut ketidakpastian itu makin cepat

Semakin ditunda membicarakannya, akan ada kebaikan lain yang tertunda bahkan semakin samar kepastiannya

Aku ingin bicara tentang warna-warni itu, warna yang aku suka…
Dan hanya aku, tanpa yang lain :(

Sungguh, ini tulisanku yang menyebalkan