Siapa pun yang hendak menempuh Jalan Allah Azza wa-Jalla, hendaknya ia membersihkan dirinya sebelum ia suluk. Sebab nafsu selalu su’ul adab, karena ia terus mendorong untuk keburukan.

Hati-hati, anda sedang beramal di sisi Allah Azza wa-Jalla, lalau bagaimana anda berjalan menuju kepadaNya?
Maka perangilah nafsumu, hingga ia tenang. Jika ia tenang maka ia akan mengikutimu menuju pintuNya. Jangan sampai berselaras dengan nafsu kecuali setelah anda membersihkannya, setelah mengajarinya, dan beradab yang bagus serta tenang pada janji Allah Azza wa-Jalla dan ancamanNya.

Nafsu itu buta, pekak, bisu, kotor dan lumpuh serta bodoh terhadap Tuhannya Azza wa-Jalla. Dan itu butuh kendali, butuh pembimbing dan waktu yang panjang, waktu demi waktu, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Maka, beranikan dirimu dan jangan takut dengan pedang nafsu, tajamnya mata pedangnya dari besi yang keras kasar.

Nafsu hanya bicara tak pernah bertindak, dusta tanpa kejujuran, janji tanpa menepati. Tak ada cinta, dan ia mengembara tanpa negeri. Iblis adalah pemimpinnya. Dan nafsu tidak memiliki kekuatan untuk memusuhi dan kontra di hadapan orang beriman yang benar-benar dekat pada Allah Azza wa-Jalla.

Bagaimana mungkin? Karenanya jangan menduga bila Iblis masuk syurga dan mampu mengeluarkan Adam as, dari syurga itu semata karena kekuatannya. Namun karena Allah Azza wa-Jalla memberikan kekuatan, dan menjadikannya sebagai sebab belaka, bukan sebagai asal akarnya.

Hai orang yang akalnya picik, jangan sampai kalian lari dari pintu Allah Azza wa-Jalla, hanya karena cobaan yang menimpamu. Karena Dia lebih Tahu apa yang baik bagimu. Allah tidak memberikan cobaan padamu melainkan demi faedah dan guna. Bila Allah memberikan cobaan padamu, maka refleksikan dirimu akan dosa-dosamu, perbanyak istighfar, taubat, dan memohon kesabaran dan kekokohan. Tetaplah di hadapanNya, dan bergelayutlah pada belas kasihNya, dan mohonlah agar diberi jalan keluar dari cobaan itu, serta penjelasan arah kebajikan di dalamnya.

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany.
di Madrasahnya tanggal 18 Sya’ban 545 H

Rasulullah SAW. sempat berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib ra., “ada 7perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia : sholat berjamaa’ah di masjid dengan imam, duduk bersama alim ulama, menjenguk orang yang sakit, mendamaikan 2 orang yang berselisih, mengantarkan jenazah hingga liang kubur, Menyantuni anak yatim dan menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan.”

1. Sholat berjama’ah di masjid dengan imam
‘Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’.” (HR. Muslim)
Disini maknanya selain perintah sholat, ada anjuran untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Apalagi pesan ini disampaikan Rasulullah kepada seorang pemuda muslim (Ali bin Abi Thalib ra) yang sudah seharusnya rajin mendatangi masjid dan sholat berjama’ah disana serta menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan selagi muda.
Bukankah sholat berjama’ah lebih utama dibanding sholat munfarid? Berikut beberapa keutamaan sholat berjama’ah di masjid :Langkah-langkah kaki yang dicatat saat menuju masjid,bahkan para malaikat berebut untuk mencatatnya. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula, Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula, Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah.Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala.Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali ke rumah.Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya).Subhanallah…

2. Duduk bersama alim ulama
Walaupun hanya menyimak dari jauh ataupun berbincang langsung dengan para ulama dan orang-orang ‘alim, isi pembicaraannya akan bermanfaat dan mengandung ilmu didalamnya. Bukan pembicaraan yang sia-sia dan tak berguna.

3. Menjenguk orang yang sakit
Kelihatannya sepele, cuma menjenguk orang sakit. Tapi, coba kita lihat diri kita sendiri, sudahkah kaki kita tergerak tiap mendengar ada saudara kita yang sakit? Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu sore. Dan apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu pagi, serta ia mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga.” (HR. Tirmidzi)
Pantaslah, bila hal ini menjadi salah satu perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia. Lalu kita yang telah diciptakan sebagai manusia????

4. Mendamaikan 2 orang yang berselisih
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat : 10)

5. Mengantarkan jenazah hingga liang kubur
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga menyalatkannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang menyalatinya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath .
Mengantarkan jenazah akan memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa suatu hari nanti kita akan mati dan menjadi pihak yang diantarkan.
Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan mengingat akhirat.

6. Menyantuni anak yatim
Rasulullah bersabda “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].

7. Menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan
Air, diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan. Manusia mungkin bisa menahan lapar, tapi akan sulit menahan haus. Apalagi sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan. Tentu masih ingat dengan kisah seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena memeberi minum seekor anjing yang kehausan? kisah seorang penggembala kambing di tengah padang pasir yang memberi minum Abdullah bin Amr dan para musafir? dan banyak lagi kisah teladan lain yang akan menggugah nurani kita.
Bahkan di luar negeri, di beberapa sudut jalan terdapat kran yang airnya memang khusus untuk diminum secara gratis bagi para pejalan kaki/siapapun yang kehausan.
Satu kalimat dari Uje yang saya ingat saat menyampaikan ceramah ini, ” Allah mencipatkan air secara gratis dan berlimpah pada kita, tapi sekarang diperjualbelikan.” :)

Semoga tulisan di atas bisa membuat kita sedikit sadar (terutama saya sendiri), bahwa dunia memang ladang amal yang luas bila kita sadar dan berfikir. Maaf bila tulisannya kurang lengkap dan detail, karena keterbatasan dan sedikitnya ilmu saya. semoga bermanfaat :)

sumber :abuzubair,musafir, dan ceramah Ust. Jefry Al Buchory @ Harmoni Islam TV7 6Juni2010

Sore itu di perempatan jalan….

Sahabatku bertanya, “Kenapa sih orang-orang itu takut sama polisi?”
tak sengaja ku jawab, “ya karena polisinya keliatan, coba nggak…”
Lalu hatiku melanjutkan, “…mungkin semua aturan jalan itu takkan berguna. Ada yang menerobos lampu merah, ada yang gak pake helm, yang mau nyebrang bingung, yang mau belok bingung, dan akibatnya kantor polisi penuh dengan laporan kecelakaan, rumah sakit makin penuh dengan pasien. Kecuali ada polisi… Ada yang takut melanggar, ada yang diam-diam melanggar, ada yang terang-terangan melanggar. Sedangkan polisi, ada yang pas melihat dan mengejar si pelanggar, ada yang kecolongan, ada yang memang dibiarkan karena malas dan keburu jauh. Seperti halnya kehidupan, ketika Allah menitipkan Al Qur’an pada Malaikat Jibril dan diteruskan pada Nabi Muhammad SAW, sebagai aturan hidup di dunia. Petunjuk bagi yang tersesat dan pedoman bagi yang mencari jalan kebenaran. Banyak yang mematuhi dan melanggar. keberadaan Allah memang tak dapat dilihat, tapi Maha Melihat. Tak ada satupun yang luput dari penglihatan-Nya. Mau secara diam-diam, terang-terangan ataupun tak sengaja,atau hanya dalam hati? tenang, semua sudah tercatat rapi, rinci dan runtut. Tak ada yang bisa ngeles, berbohong ataupun menyuap…!
Mau sholat atau nggak, puasa atau nggak, mau jadi orang baik atau jahat, mau jadi nurut atau nggak, itu pilihan yang sebebas-bebasnya. Yang jelas Allah sudah menjelaskan semua akibat dari setiap tindakan kita, tinggal kita yang mau berfikir dan mengikutinya atau tidak? sekali lagi, itu pilihan. Kata pak KH. Zainuddin MZ, mau se-indonesia gak beriman, Allah gak bakal mundur jadi Tuhan kok. Allah gak akan rugi.

Mungkin karena Allah itu tak tampak kali ya, jadi orang-orang gak takut sama Allah, bahkan bisa sombong sama dosa-dosanya? Padahal, segala apa yang kita nikmati, apa yang ada disamping kita, apa yang kita suka atau kita benci, yang kita rasa atau yang kita hina, adalah ciptaan Allah, wujud bahwa Ia ada, itulah bukti ke-maha Kuasa-annya, bukti bahwa IA Maha Raja dan segala Kesempurnaan-Nya dan itulah bukti keterbatasan kita yang juga hasil ciptaan-Nya. Dan hidup kita adalah setitik dari kemurahan-Nya. andai kita sadari itu. Subhanallah…

Katakanlah: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

hanya renungan kecil, untuk menyadarkan diri sendiri. Bahwa hidup tak semudah yang dibayangkan dan tak serumit yang dipikirkan. “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

kirimkan keyakinanmu lewat do’a-do’a malammu…

Angin utusan-Nya, akan menghembuskannya padaku…

dan lewat do’a do’a malamku pula akan kukirimkan jawabannya…

Agar Allah ikut campur di dalamnya, karena ini semua adalah skenario terindah-Nya untuk kita..

pertemuan, keinginan, dan keinginan….

tanpa kita tahu, bagaimana akhirnya

kita hanya berusaha menjalani, sesuai garis yang ditunjukkan dan dituntunkan oleh-Nya

ini adalah episode kehidupanku, yang sungguh indah…

dan Allah akan dan harus ikut andil dalam setiap mikro detik hidupku.

Agar semua indah pada waktunya

Pak Presidenku, dari jauh kuucapkan selamat, kujabat tangamu penuh hormat dan bangga

Allah kembali memberi amanah besar di pundakmu, memberikanmu kesempatan lagi untuk mewujudkan mimpi-mimpimu

Presidenku tercinta, bergetarkah hatimu saat kau ucapkan sumpah itu?

Sumpah yang disaksikan Allah, dicatat malaikat dan dibicarakan seluruh rakyat

yang akan dipertanggung jawabkan dunia hingga akhirat

Bapakku pemimpin negeri

bagaimana dengan para pejabat lainnya yang kau pilih? kuharap, senyum yang senantiasa mereka sungging adalah senyum kesiapan menerima kepercayaanmu

ikhlas, membaktikan diri untuk negeri

Kami, rakyatmu hanya bisa berdoa dari bilik harapan yang mungkin tak kau dengar

agar negeri ini penuh berkah dan rasa tentram, penuh angin kedamaian dan jauh dari kekufuran

kami tak perlu petinggi yang memiliki harta setinggi gunung, ataupun kepandaian setinggi langit

tapi, kami perlu mereka-mereka yang takut kepada Tuhan, illahi Rabbi

yang mengerti artinya janji, beratnya memikul amanah, dan menundukkan pandangan atas segala kecurangan

Ini memang tak mudah, dan takkan secepat mentari tenggelam hingga bersinar esok pagi

Jangan berputus asa ya pak, Allah akan selalu mendengar semua pintamu. Semua kerja keras dan pengabdianmu, pasti dilihat dan dicatat oleh-Nya. Takkan pernah luput barang satu butir pasir, ataupun setengah hembusan nafas

Kepercayaan kami adalah doa

Jagalah agar doa-doa ini senantiasa teriring untukmu

dan Al Qur’an selalu ada untuk membantu tegaknya pemerintahanmu

Rasulullah dan para sahabat sebagai tauladanmu

sebagai pedoman kemana langkah harus kau ayunkan dan kaki kau pijakkan

Terima kasih untuk senyum yang tak pernah habis termakan problema

Mencoba merangkai doa meski diri ini bodoh tentang negeri dan pemerintahan

tapi, akupun tak terlalu buta. aku bukanlah koalisi ataupun oposisinya. tapi hanya berusaha mengingatkan dan mendukung segala mufakat negara karena aku bagian di dalamnya.

Bukankah salah 1 kaum yang akan mendapat naungan di akhir nanti, saat tiada yang dapat menaungi adalah pemimpin yang adil?

al insaanu makaan al khata wa al nisyaan

al birru manittaqo

di post juga di blogku yang ini

Assalamu’alaikum sahabatku, semoga puasanya makin indah dibanding Ramadhan tahun lalu. amin.

Bulan Ramadhan, biasanya makin banyak kegiatan yang menanti. Banyak undangan buka puasa bersama, bedah buku maupun kajian-kajian islam disamping rutinitas harian biasanya. Tapi Insya Allah semua kegiatan positif  tambahan itu akan makin menambah makna puasa dan Insya Allah akan semakin berkah.

Tarawih dan tadarus al Qur’an mungkin rutinitas harian hanya di bulan Ramadhan. Padahal, bulan Ramadhan semestinya menjadi bulan tarbiyah bagi kita untuk menjalani bulan-bulan berikutnya seusai Ramadhan, sehingga saat kita bertemu Ramadhan lagi (insya Allah, amin) kita sudah siap mental dan bekal. Masak kita cuma rajin tilawah Qur’an waktu Ramadhan aja? aktif  sholat berjama’ah isya’ di masjid cuma waktu tarawih aja? atau puasa cuma waktu bulan Ramadhan aja? klo kebanyakan jawabannya iya, Coba deh cek rutinitas harian Rasulullah tercinta :

Pertama, tak pernah meninggalkan sholat tahajjud. Kekuatan dakwah Rasulullah dan para sahabat adalah tahajjud dan jihad, sampai ada ungkapan “Kami di waktu malam menjadi pendeta dan di waktu siang kami menjadi tentara.”  Tau nggak saat kita tidur, setan mengikat tengkuk kepala kita dengan 3 ikatan. Yang pertama akan terbuka saat kita berdzikir menyebut nama Allah, yang kedua akan terbuka saat kita berwudhu dan yang ketiga akan terbuka saat kita mengerjakan shalat. Jika tidak, maka kita akan berjiwa buruk disertai rasa malas (HR. Bukhari)

Kedua, membaca Al Qur’an dengan maknanya. Qalam Allah yang begitu sempurna dan indah. Warisan dan mukjizat dari Rasulullah Saw. Dan banyak sekali ayat-ayat dan hadis yang mengharuskan kita membaca dan mempelajarinya demi keselamatan dan kebahagiaan dunia wa akhirat. Jangan lupa  ketika akan membacanya, berwudhu dulu. Dan sebaiknya diusahakan membacanya dengan tartil sambil mempelajari maknanya. Masak sih di depan TV bisa berjam-jam, tapi membaca Qur’an 10 menit aja udah ngantuk,hehehehe… ayo semangat!

Ketiga, Sholat subuh berjama’ah di masjid atau musholla. Jangankan jama’ah di masjid, berangkat sekolah aja sering telat karena bangun kesiangan. Ya Allah, ayam aja rajin bangun subuh tapi mengapa kita tidak? kita malah enjoy aja jadi bulan-bulanan syaitan. Astaghfirullah…

Keempat, tegakkan sholat Dhuha. Sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Kelima, membiasakan bersedekah. Kalau rajin ngikutin tausyiah Ust. Yusuf Mansyur pasti pada hafal keajaiban bersedekah. Sedekah yang kita berikan adalah investasi di dunia dan akhirat. sedekah pula yang akan menerangi kubur kita , menjadi penolong di padang Mahsyar, di shiratal mustaqim, serta mengantarkan kita untuk bersanding dengan Rasulullah Saw di surga Firdaus. Bukankah, harta yang paling abadi adalah apa-apa yang kita sedekahkan?

Keenam, senantiasa menjaga wudhu. Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang selalu dalam keadaan berwudhu maka Allah senantiasa memberikan solusi terhadap setiap masalah dan kesulitan yang dihadapinya.” Tak ada satu makhlukpun yang tau kapan maut akan menjemput. Namun, sungguh bahagianya bila kita menghadap Illahi dalam keadaan bersih dan suci.

Ketujuh, banyak istighfar. coba hitung, berapa kali dalam sehari lisan kita melantunkan istighfar? Mungkin hanya seusai sholat saja? Rasulullah Saw, insan yang paling mulia, dalam sehari semalam beristighfar 70 hingga 100 kali lho…

Subhanallah… Rasulullah Saw, sungguh tauladan bagi seluruh umat manusia, sungguh beliaulah sebaik-baiknya umat. Rasulullah Saw. adalah insan mulia yang telah mendapat jaminan surga dari Allah azza wajalla, tapi beliau sanggup melaksanakan rutinitas semua itu. Kita, yang belum tentu bisa menghirup secuil wangi surga masih bermalas-malasan untuk beribadah. Semoga di bulan penuh Rahmah ini, benar-benar menjadi bulan pembelajaran bagi kita. Amin.

11 Ramadhan 1430H

saat semangat membacaku menguncup dan kelanjutan tugas akhir belum berujung

dan aroma-aroma kerinduan kembali menjelma…

aku tak pernah menyalahkan takdir membawaku kesini

dan aku pun tak pernah menyesali berada di tanah ini

lebih dari 5 Ramadhan kulewati, kenapa cinta ini tak kunjung bersemi?

Tiangku berdiri kokoh dengan kubah yang megah. Lantai yang mengkilat dan mimbar yang penuh ukiran cantik. Tiap 5 waktunya, jama’ah tak pernah sepi. Tiap adzan berkumandang, saf-saf rapi menghiasiku, tertunduk yakin untuk menghadap Illahi Rabbi.

Tapi, kenapa setiap harinya hanya wajah-wajah ini yang mendatangiku? wajah-wajah yang mulai renta, langkah-langkah yang mulai berat dan goyah, suara imam yang mulai serak? tak adakah yang menggantikannya?

Dimana, wajah segar itu? langkah tegap dan suara yang lantang serta merdu mengumandangkan adzan dan ayat-ayat Qur’an??!! Kurindukan kalian… tak terbersitkah dalam hati kalian untuk merawatku, meramaikan dengan tilawah dan dzikir? Terakhir, aku menemukan kalian saat Ramadhan disini. Haruskah kumenahan kerinduan ini, hingga ramadhan tiba? aku takut, Allah tak memberi umur pada kalian.

Mungkin bagi kalian, aku bukan sesuatu yang penting untuk dikunjungi. Aku tak bisa menumbuhkan rasa cinta pada hati dan jiwa. Sedih, sangat sedih melihat kalian tak sedikitpun melirikku saat lewat dihadapanku. sedih, saat kalian bersikap semena-mena padaku. Berkata-kata kotor, merokok dan memperlakukanku tak sepantasnya. Allah sangat memuliakanku, tapi kenapa kalian tidak? justru kalian makin menjauhiku dan mendekati semua yang Allah murkai,,,,

Haruskah kalian menunggu renta untuk menghampiriku?

Atau kalian lupa dengan sabda Rasulullah SAW, bahwa nantinya kalian akan mendapat naungan dari Allah SWT disaat tak ada satupun makhluk yang memberi naungan di akhirat bila kalian memakmurkanku dan menambatkan hati kalian padaku…

Aku tak bisa berbuat banyak, selain memandang kalian dalam kebisuan dan memohon Allah SWT agar menggerakkan hati kalian untuk mencintaiku.

Rintihan sebuah masjid yang tak hentinya menanti langkah-langkah para pemuda untuk mencintainya….

 

Fathimah a.s. berkata: Aku pernah bertanya kepada ayahku berkenaan dengan orang yang meremehkan shalat, baik laki-laki maupun wanita. Ia bersabda: “Barang siapa yang meremehkan shalat, baik laki-laki maupun wanita, Allah akan menimpakan atasnya lima belas macam bala:
Allah akan menghilangkan berkah dari umurnya.
Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya.
Allah akan memusnahkan tanda-tanda orang saleh dari wajahnya.
Setiap amalan yang diamalkannya tidak akan diberi pahala.
Doanya tidak akan naik ke langit (baca : tidak dikabulkan).
Doa orang-orang saleh tidak akan meliputinya.
Ia akan meninggal dunia terhina.
Ia akan meninggal dunia kelaparan.
Ia akan meninggal dunia kehausan. Seandainya ia minum seluruh air sungai yang berada di dunia ini, niscaya dahaganya tidak akan sirna.
Allah akan mengutus malaikat yang siap menakut-nakutinya di dalam kubur.
Kuburannya akan terasa sempit dan hanya kegelapan yang akan menyelimutinya.
Allah akan mengutus malaikat yang akan menyeretnya dalam keadaan tengkurap dengan disaksikan oleh para makhluk (yang lain).
Ia akan dihisab dengan hisab yang berat.
Allah tidak akan sudi melihat wajahnya (baca : berpaling darinya), dan
Allah tidak akan menyucikannya, dan baginya siksaan yang pedih”.

Aku hanya kupu-kupu kecil yang mencoba belajar terbang. Kadang tak tau, dimana harus hinggap untuk mengistirahatkan sayapku. Entah ini bunga atau hanya tangkai lemah yang tak sanggup menahan sandaran sayapku. Hingga disaat aku tak sanggup terbang, mahkota bunga itu menangkap tubuhku yang lunglai. Tanpa kutahu rupa warnanya, apalgi keindahannya. Yang kutahu, dia penolongku. Dia hanya diam, tapi dengan pasti membuatku yakin, suatu ketika aku akan mampu terbang lagi dan menghiasi taman fana ini.

Tak banyak yang dilakukannya untukku, walau mungkin pada awalnya dia terpikat melihat sayapku yang anggun berwarna warni. Tapi tanpa dia tahu, aku tak lebih dari makhluk lemah yang tanpa sayapku, takkan ada yang melirikku, termasuk sang bunga penyelamat. Dan kini, sayapku benar-benar patah, tak ada lagi keindahan yang terlihat dari diriku,,,, terkulai lemah dalam kesakitanku, menangis dalam keputus asaanku dan mencoba tertatih-tatih mengumpulkan semangat hingga akan tumbuh sayap yang baru dan tak hanya ketergantungan bersandar pada mahkota si bunga.

Hingga terbesit dalam benakku, andai aku bisa menjadi bunga sama sepertinya… aku bisa melihat rupanya, keelokannya kapanpun aku mau. melihatnya layu saat kemarau dan kembali merekah seusai hujan turun. Hingga kini aku telah di ujung kelopaknya, entah aku akan dijatuhkannya perlahan dan tak mengusikku lagi, atau memang dibiarkan sendiri untuk segera bangkit dari kelemahanku. Entahlah…

Baiklah, aku akan belajar  berjalan tanpa bersandar padanya. tanpa harus terbang meninggalkannya… tanpa pernah berhenti berharap…

Ataukah akan ada bunga penyelamat lain, yang sudi menjadi sandaran kupu-kupu saat dia tak mampu terbang lagi, lagi dan lagi?

tags,