Sekecil apapun bagianku dalam batang tubuh ini, aku adalah kelengkapannya….
Dan aku membanggakannya ?
Lama aku mendambanya, tercipta dan tergerus zaman hingga sampai dalam tubuh ini. Melewati beribu mimpi, dan berulang air mata kenyataan yang tetap sama. Dan ketika kereta penjemputan itu datang dan sujudku tersungkur tak tertahan, dan ini bukan lagi perjalanan ke kota mimpi…
Cita-cita, mimpi, apapun itu…
Bukan bagaimana kita memimpikannya, bukan tentang cara memimpikannya, dan tak hanya bagaimana menggapainya, tapi juga bagaimana setia pada mimpi itu…
Lihat pada cerita-cerita si jahat itu, drama-drama si antagonis yang selalu beruntung mencapai nafsu dunianya. Atau tentang syaitan-syaitan yang mengeluarkan adam dari megahnya surga. Sumpah serapahnya hingga akhir zaman, dipupukkan hingga generasi seterusnya untuk kerusakan hati manusia agar terhinakan di mata Tuhan-Nya. Benar, karena mereka setia pada cita-citanya, pada janji dan sumpahnya. Janji yang telah diiyakan oleh Tuhannya…
Ketika impian 15 tahun lalu, kini terwujud nyata….