Aboting wong nandang tresno
Tak belani nganti tekan pati
Tresnaku mung kanggo siro
Kusumo ayu sing merak ati

Awan bengi ra biso lali
tansah eling esem mu
Nganti kapan aku rangerti
biso nyanding sliramu

Read the rest of this entry »

Kuharap engkau bersikap manis walaupun kehidupan demikian pahit
Kuharap engkau ridha walaupun orang lain murka
Jika cinta-Mu membara, maka semua yang lain adalah ringan
dan semua yang ada di atas tanah itu adalah tanah

DR. ‘Aidh Al-qarni “La Tahzan”

Akhi yang baik, hari ini hari pernikahanku
Dengan seorang lelaki sholeh yang telah melamarku sebulan yang lalu
Walau aku telah membuka pintu hatiku padamu sejak lama
Tapi engkau tak pernah datang

Akhi yang baik, hari ini hari bahagiaku
Kau berada di antara kerumunan undangan dan aku tahu itu
Kau menitikkan air mata melihatku duduk di pelaminan dengan seorang lelaki
entah haru, kecewa atau bersyukur, aku tak tahu maknanya
Engkau lebih pintar bertutur kata dan mengelak, aku paham itu

Akhi yang baik, Jangan terlalu lama memilih wanita sempurna
Tidak ada lagi wanita sempurna di akhir jaman ini
Menikahlah Akhi, agar engkau berjalan dalam sunnah Rasulullah sebenarnya
Bukan sekedar kata-kata wacanamu semata yang menghiasi hidupmu
Tapi ada belahan imanmu menemani hari-hari dakwah bil hikmahmu…

(Irfan Dive 02112010)

tulisan ini saya dapatkan di facebook, untuk sahabat yang merasa ini tulisan hasil karyanya, saya mohon izin untuk menerbitkannya disini. terima kasih dengan sangat dalam

Anak gadis itu terlihat sayu, sembab, gambaran patah hati di wajahnya, terluka dan merenungi nasibnya. Sang kekasih hati yang harus menikah dengan orang lain, di sisi lain wanita yang mendampinginya adalah wanita baik-baik yang sangat dikenalnya. Di dalam hatinya, rasa ingin datang ke acara pernikahan mereka. Tapi dia takut tak sanggup menyembukan rasa sakit hati dan air mata nelangsanya. Tiba-tiba sang ayah datang, dengan mata yang berapi-api seperti ada kemarahan yang menyulut emosinya.
“Kelakuanmu seperti orang yang tak beriman. Kalau kamu seperti ini, kamu takkan mendapat pengganti yang lebih baik dari dia.”ujar sang ayah.
Gadis menjawab, ” kenapa ayah seperti itu. Aku ini anak ayah, mestinya ayah mendoakan yang terbaik untuk anaknya.”

Dengan suara yang lantang dan tanpa keraguan, beliau menjawab,

“Doa ayah selalu terucap untukmu, tapi kelakuanmu ini yang membuat doa ayah ditolak.”

*ketika maghrib, tayangan sebuah stasiun televisi swasta. Tersadarkan kembali bahwa semuanya telah diatur oleh-Nya. subhanallah :(