Ditengah badai yang dingin, suatu hari ku menemukan kedai yang begitu hangat…. Para sahabat yang juga dingin entah karena hujan yang begitu lebat ataupun salju yang terus mengguyur tubuh, mari minum teh…
Teh poci ala sufi

TEH ini ini benar-benar menyegarkan jiwa, membuang kolesterol dalam hati, menyemangatkan ibadah, dan membuat hati husnudzon dan optimis kepada Rahmat allah swt.

Itulah yang disajikan dalam menu Kafe Sufi. Semua pelanggan biasanya selalu memesan teh ini, baik diminum sesudah menikmati menu lain, atau sebagai penghantar. Selain baru dipetik dari Kebun Ma’rifat, teh ini disajikan dengan tatacara yang unik. Para pelayannya dan penyedu the ini, diwajibkan berwudhu lebih dahulu, dan setiap gerakan seduanya membaca Basmalah, sembari terus berdzikir dalam hatinya.


Read the rest of this entry »

Siapa pun yang hendak menempuh Jalan Allah Azza wa-Jalla, hendaknya ia membersihkan dirinya sebelum ia suluk. Sebab nafsu selalu su’ul adab, karena ia terus mendorong untuk keburukan.

Hati-hati, anda sedang beramal di sisi Allah Azza wa-Jalla, lalau bagaimana anda berjalan menuju kepadaNya?
Maka perangilah nafsumu, hingga ia tenang. Jika ia tenang maka ia akan mengikutimu menuju pintuNya. Jangan sampai berselaras dengan nafsu kecuali setelah anda membersihkannya, setelah mengajarinya, dan beradab yang bagus serta tenang pada janji Allah Azza wa-Jalla dan ancamanNya.

Nafsu itu buta, pekak, bisu, kotor dan lumpuh serta bodoh terhadap Tuhannya Azza wa-Jalla. Dan itu butuh kendali, butuh pembimbing dan waktu yang panjang, waktu demi waktu, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun. Maka, beranikan dirimu dan jangan takut dengan pedang nafsu, tajamnya mata pedangnya dari besi yang keras kasar.

Nafsu hanya bicara tak pernah bertindak, dusta tanpa kejujuran, janji tanpa menepati. Tak ada cinta, dan ia mengembara tanpa negeri. Iblis adalah pemimpinnya. Dan nafsu tidak memiliki kekuatan untuk memusuhi dan kontra di hadapan orang beriman yang benar-benar dekat pada Allah Azza wa-Jalla.

Bagaimana mungkin? Karenanya jangan menduga bila Iblis masuk syurga dan mampu mengeluarkan Adam as, dari syurga itu semata karena kekuatannya. Namun karena Allah Azza wa-Jalla memberikan kekuatan, dan menjadikannya sebagai sebab belaka, bukan sebagai asal akarnya.

Hai orang yang akalnya picik, jangan sampai kalian lari dari pintu Allah Azza wa-Jalla, hanya karena cobaan yang menimpamu. Karena Dia lebih Tahu apa yang baik bagimu. Allah tidak memberikan cobaan padamu melainkan demi faedah dan guna. Bila Allah memberikan cobaan padamu, maka refleksikan dirimu akan dosa-dosamu, perbanyak istighfar, taubat, dan memohon kesabaran dan kekokohan. Tetaplah di hadapanNya, dan bergelayutlah pada belas kasihNya, dan mohonlah agar diberi jalan keluar dari cobaan itu, serta penjelasan arah kebajikan di dalamnya.

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany.
di Madrasahnya tanggal 18 Sya’ban 545 H

Rasulullah SAW. sempat berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib ra., “ada 7perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia : sholat berjamaa’ah di masjid dengan imam, duduk bersama alim ulama, menjenguk orang yang sakit, mendamaikan 2 orang yang berselisih, mengantarkan jenazah hingga liang kubur, Menyantuni anak yatim dan menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan.”

1. Sholat berjama’ah di masjid dengan imam
‘Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan syirik dan kafir adalah meninggalkan shalat’.” (HR. Muslim)
Disini maknanya selain perintah sholat, ada anjuran untuk melaksanakan sholat berjama’ah. Apalagi pesan ini disampaikan Rasulullah kepada seorang pemuda muslim (Ali bin Abi Thalib ra) yang sudah seharusnya rajin mendatangi masjid dan sholat berjama’ah disana serta menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan selagi muda.
Bukankah sholat berjama’ah lebih utama dibanding sholat munfarid? Berikut beberapa keutamaan sholat berjama’ah di masjid :Langkah-langkah kaki yang dicatat saat menuju masjid,bahkan para malaikat berebut untuk mencatatnya. Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula, Berjalan menuju shalat berjama’ah termasuk salah satu sebab mendapatkan jaminan berupa kehidupan yang baik dan kematian yang baik pula, Pahala orang yang keluar dalam keadaan suci (telah berwudhu) untuk melaksanakan shalat berjama’ah seperti pahala orang yang melaksanakan haji dan umrah.Orang yang keluar (menuju masjid) untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam jaminan Allah Ta’ala.Orang yang keluar untuk melaksanakan shalat berjama’ah berada dalam shalat hingga kembali ke rumah.Kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) dengan memperoleh cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.Allah menyiapkan persinggahan di Surga bagi siapa yang pergi menuju masjid atau pulang (darinya).Subhanallah…

2. Duduk bersama alim ulama
Walaupun hanya menyimak dari jauh ataupun berbincang langsung dengan para ulama dan orang-orang ‘alim, isi pembicaraannya akan bermanfaat dan mengandung ilmu didalamnya. Bukan pembicaraan yang sia-sia dan tak berguna.

3. Menjenguk orang yang sakit
Kelihatannya sepele, cuma menjenguk orang sakit. Tapi, coba kita lihat diri kita sendiri, sudahkah kaki kita tergerak tiap mendengar ada saudara kita yang sakit? Dari Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “setiap muslim yang menjenguk sesama muslim pada waktu pagi, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu sore. Dan apabila ia menjenguknya pada waktu sore, maka ia akan dimintakan rahmat oleh 70 ribu malaikat sampai waktu pagi, serta ia mendapat jaminan buah-buahan yang siap dimakan di dalam surga.” (HR. Tirmidzi)
Pantaslah, bila hal ini menjadi salah satu perkara yang membuat malaikat Jibril ingin menjadi manusia. Lalu kita yang telah diciptakan sebagai manusia????

4. Mendamaikan 2 orang yang berselisih
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.(QS. Al Hujurat : 10)

5. Mengantarkan jenazah hingga liang kubur
Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Siapa yang mengantarkan jenazah seorang muslim dengan iman dan ihtisab hingga menyalatkannya dan selesai penguburannya, sesungguhnya dia akan kembali dengan membawa 2 qirath. Masing-masing qirath seperti gunung Uhud. Siapa yang menyalatinya saja kemudian pulang sebelum dikuburkan, sesungguhnya dia pulang membawa 1 qirath .
Mengantarkan jenazah akan memberikan pelajaran penting bagi kita, bahwa suatu hari nanti kita akan mati dan menjadi pihak yang diantarkan.
Dari Abi Said Al-Khudhri ra berkata bahwa Nabi SAW bersabda, Jenguklah orang sakit dan iringilah jenazah, dengan demikian kalian akan mengingat akhirat.

6. Menyantuni anak yatim
Rasulullah bersabda “Aku dan orang-orang yang mengasuh/menyantuni anak yatim di Surga seperti ini”, Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya. [HR. Bukhori].

7. Menuangkan/memberi air pada orang yang kehausan
Air, diciptakan Allah sebagai sumber kehidupan. Manusia mungkin bisa menahan lapar, tapi akan sulit menahan haus. Apalagi sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan. Tentu masih ingat dengan kisah seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena memeberi minum seekor anjing yang kehausan? kisah seorang penggembala kambing di tengah padang pasir yang memberi minum Abdullah bin Amr dan para musafir? dan banyak lagi kisah teladan lain yang akan menggugah nurani kita.
Bahkan di luar negeri, di beberapa sudut jalan terdapat kran yang airnya memang khusus untuk diminum secara gratis bagi para pejalan kaki/siapapun yang kehausan.
Satu kalimat dari Uje yang saya ingat saat menyampaikan ceramah ini, ” Allah mencipatkan air secara gratis dan berlimpah pada kita, tapi sekarang diperjualbelikan.” :)

Semoga tulisan di atas bisa membuat kita sedikit sadar (terutama saya sendiri), bahwa dunia memang ladang amal yang luas bila kita sadar dan berfikir. Maaf bila tulisannya kurang lengkap dan detail, karena keterbatasan dan sedikitnya ilmu saya. semoga bermanfaat :)

sumber :abuzubair,musafir, dan ceramah Ust. Jefry Al Buchory @ Harmoni Islam TV7 6Juni2010

Sore itu di perempatan jalan….

Sahabatku bertanya, “Kenapa sih orang-orang itu takut sama polisi?”
tak sengaja ku jawab, “ya karena polisinya keliatan, coba nggak…”
Lalu hatiku melanjutkan, “…mungkin semua aturan jalan itu takkan berguna. Ada yang menerobos lampu merah, ada yang gak pake helm, yang mau nyebrang bingung, yang mau belok bingung, dan akibatnya kantor polisi penuh dengan laporan kecelakaan, rumah sakit makin penuh dengan pasien. Kecuali ada polisi… Ada yang takut melanggar, ada yang diam-diam melanggar, ada yang terang-terangan melanggar. Sedangkan polisi, ada yang pas melihat dan mengejar si pelanggar, ada yang kecolongan, ada yang memang dibiarkan karena malas dan keburu jauh. Seperti halnya kehidupan, ketika Allah menitipkan Al Qur’an pada Malaikat Jibril dan diteruskan pada Nabi Muhammad SAW, sebagai aturan hidup di dunia. Petunjuk bagi yang tersesat dan pedoman bagi yang mencari jalan kebenaran. Banyak yang mematuhi dan melanggar. keberadaan Allah memang tak dapat dilihat, tapi Maha Melihat. Tak ada satupun yang luput dari penglihatan-Nya. Mau secara diam-diam, terang-terangan ataupun tak sengaja,atau hanya dalam hati? tenang, semua sudah tercatat rapi, rinci dan runtut. Tak ada yang bisa ngeles, berbohong ataupun menyuap…!
Mau sholat atau nggak, puasa atau nggak, mau jadi orang baik atau jahat, mau jadi nurut atau nggak, itu pilihan yang sebebas-bebasnya. Yang jelas Allah sudah menjelaskan semua akibat dari setiap tindakan kita, tinggal kita yang mau berfikir dan mengikutinya atau tidak? sekali lagi, itu pilihan. Kata pak KH. Zainuddin MZ, mau se-indonesia gak beriman, Allah gak bakal mundur jadi Tuhan kok. Allah gak akan rugi.

Mungkin karena Allah itu tak tampak kali ya, jadi orang-orang gak takut sama Allah, bahkan bisa sombong sama dosa-dosanya? Padahal, segala apa yang kita nikmati, apa yang ada disamping kita, apa yang kita suka atau kita benci, yang kita rasa atau yang kita hina, adalah ciptaan Allah, wujud bahwa Ia ada, itulah bukti ke-maha Kuasa-annya, bukti bahwa IA Maha Raja dan segala Kesempurnaan-Nya dan itulah bukti keterbatasan kita yang juga hasil ciptaan-Nya. Dan hidup kita adalah setitik dari kemurahan-Nya. andai kita sadari itu. Subhanallah…

Katakanlah: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

hanya renungan kecil, untuk menyadarkan diri sendiri. Bahwa hidup tak semudah yang dibayangkan dan tak serumit yang dipikirkan. “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya.”

Membuka pintu maaf sama dengan membuka pintu rahmat bagi semua