
Berikan satu alasan saja bahwa aku harus menunggu disini
berikan cukup satu alasan saja bahwa aku harus mencarimu
dan cuma satu alasan saja bahwa aku harus bertahan

tak pernah ada yang salah dengan pertemuan…
tak ada yang salah dengan perasaan
tapi akan salah bila pertemuan akan merubah perasaan…
perasaan yang membuat mata tak bisa memandang normal
perasaan yang membuat mata bisa menangis karenanya
tak ada yang salah dengan pertemuan…
tapi akan salah bila pertemuan itu meninggalkan jejak
jejak untuk bejanji dan bertemu kembali
jejak yang takkan terhapus walau takkan bertemu kembali
tak ada yang salah dengan pertemuan
tapi akan salah bila hati tak segera meluruskan
semoga Allah mengampuni hati dan pertemuan ini
ketika air itu mengalir, di wadah yang mana akan kau tampung? jangankan biarkan mengalir sia-sia… begitu banyak yang membutuhkan diluar sana, tapi hanya di tanah ini mata air ini mengalir deras….kalau tidak, biarkan saja mengalir, mungkin kau akan menyadarinya setelah mengering. dan aku tak tau, di musim hujan ke berapa akan mengalir lagi?

Sebenarnya saya bukan penggemar film, hoby nonton juga tidak. Apalagi mengikuti perkembangan dunia perfilman. Malam itu saya tidak bisa tidur karena bintang kecil saya masih rewel dan terus mengajak bermain. Akhirnya mencet-mencet remote, kok pas liat RCTI ada film Merantau yang diperankan dengan sangat ciamik sama uda Iko Uwais. Membuat mata saya tak berkedip, tapi juga pengen merem karena adegan laganya.
Tenang bapak bapak ibu ibu, saya gak mau cerita tentang isi filmnya atau kegantengan pemeran utamanya, karena sudah banyak yang memuji, menceritakan dan punya kaset filmnya.iyoto iyoto iyoto…
saya lagi ingin cerita merantau versi saya dihubungkan dengan film merantau (maaf kalau kalimatnya mbulet).
Merantau, itu akan jadi jalan berat dan pilihan sulit untuk yang mengalami. Meninggalkan tanah kelahiran, orang-orang yang kita sayangi dan meninggalkan sejuta keenakan yang sebelum-sebelumnya mengelilingi kita. Apapun faktor penyebabnya, merantau itu hal tak mudah. Apalagi berpindah ke tempat yang benar-benar asing, dengan semua yang berbeda tanpa siapapun di samping kita. Niat, tujuan, komitmen, dan prisnsip awal harus dipegang teguh. Karena angin di tanah yang baru kita injak bukan sembarang angin. Bukan angin yang saat kita membungkuk akan lewat begitu saja….
Tapi angin yang bisa membuat kita buta dan lupa…
Lupa akan prinsip kita…
dan buta dengan jalan menuju tujuan kita…
Sungguh film semalam itu membuat saya sadar, hidup di tanah asing sangat mencekik, bisa membuat manusia seperti setan berwujud malaikat. Menggunakan banyak hal demi tujuan yang satu, membuat yang haram jadi halal, yang halal udah dikubur dalam-dalam. Semua dilakukan agar bisa makan dan tidur dengan layak, dan saat cuti ke tanah kelahiran bisa terlihat seperti orang mapan, berlebel kelas tinggi, membusungkan dada dan membuat warga desanya iri ingin merantau juga
Sulitnya tak hanya mencari yang namanya uang, tapi sulit mempertahankan akhlaq dan kebenaran. Jangan deh buru-buru ngomongin agama di tanah asing ini, yang ada bisa dibilang sok suci dan sok alim. Buru-buru mau berwujud agamis, yang ada malah dibilang gak modis. Kita ngeyel dan menjujung tinggi kebenaran di tanah sendiri sih emang patut dan udah biasa, tapi kalau ada orang keren yang konsisten dengan agama dan kebenarannya di tanah asing, ckckckckkc siiip banget tuh!
Kebanyakan mereka yang lupa, akan menuruti apa maunya uang, membuang seluruh waktu hanya demi uang, dan meninggalkan semuanya demi uang dan kesenangan.
Tapi tiap orang pasti punya cerita merantau versi masing-masing. Buruk, baik, senang, susah ataupun menderita…itulah jalan hidup. Karena merantau bukan semata-mata mencari kejayaan materi, tapi juga kejayaan hati.
tubuh kita punya hak untuk dipenuhi yaitu dengan sholat…
begitu juga dengan huruf-huruf Qur’an yang punya hak untuk dikeluarkan sesuai dengan makhrajnya