Pak Presidenku, dari jauh kuucapkan selamat, kujabat tangamu penuh hormat dan bangga

Allah kembali memberi amanah besar di pundakmu, memberikanmu kesempatan lagi untuk mewujudkan mimpi-mimpimu

Presidenku tercinta, bergetarkah hatimu saat kau ucapkan sumpah itu?

Sumpah yang disaksikan Allah, dicatat malaikat dan dibicarakan seluruh rakyat

yang akan dipertanggung jawabkan dunia hingga akhirat

Bapakku pemimpin negeri

bagaimana dengan para pejabat lainnya yang kau pilih? kuharap, senyum yang senantiasa mereka sungging adalah senyum kesiapan menerima kepercayaanmu

ikhlas, membaktikan diri untuk negeri

Kami, rakyatmu hanya bisa berdoa dari bilik harapan yang mungkin tak kau dengar

agar negeri ini penuh berkah dan rasa tentram, penuh angin kedamaian dan jauh dari kekufuran

kami tak perlu petinggi yang memiliki harta setinggi gunung, ataupun kepandaian setinggi langit

tapi, kami perlu mereka-mereka yang takut kepada Tuhan, illahi Rabbi

yang mengerti artinya janji, beratnya memikul amanah, dan menundukkan pandangan atas segala kecurangan

Ini memang tak mudah, dan takkan secepat mentari tenggelam hingga bersinar esok pagi

Jangan berputus asa ya pak, Allah akan selalu mendengar semua pintamu. Semua kerja keras dan pengabdianmu, pasti dilihat dan dicatat oleh-Nya. Takkan pernah luput barang satu butir pasir, ataupun setengah hembusan nafas

Kepercayaan kami adalah doa

Jagalah agar doa-doa ini senantiasa teriring untukmu

dan Al Qur’an selalu ada untuk membantu tegaknya pemerintahanmu

Rasulullah dan para sahabat sebagai tauladanmu

sebagai pedoman kemana langkah harus kau ayunkan dan kaki kau pijakkan

Terima kasih untuk senyum yang tak pernah habis termakan problema

Mencoba merangkai doa meski diri ini bodoh tentang negeri dan pemerintahan

tapi, akupun tak terlalu buta. aku bukanlah koalisi ataupun oposisinya. tapi hanya berusaha mengingatkan dan mendukung segala mufakat negara karena aku bagian di dalamnya.

Bukankah salah 1 kaum yang akan mendapat naungan di akhir nanti, saat tiada yang dapat menaungi adalah pemimpin yang adil?

al insaanu makaan al khata wa al nisyaan

al birru manittaqo

di post juga di blogku yang ini