lama tak pernah kutulis, sajak tentang cinta…

saat sang penyair makin tersiksa dengan rasa ini

saat senja makin menyingkir memberi kegelapan

dan saat semua bersenandung dan berbangga akan kedatangannya

sungguh lama tak pernah kutulis tentang cinta…

hingga suara-suara malam hadir memelukku

kulihat sosok indah itu hanya dalam bayangan

tak tergapai dalam mimpi sekalipun

dan benar-benar lama tak kulukis gambaran cinta

hingga sketsa tak terkonsep terus membayang

hitam putih sosoknya makin kabur dan menghilang

dan dalam diam, ku makin bimbang, mengapa kau harus datang?

semakin lama tak kubicarakan tentang cinta

aku akan makin membisu menahan rindu

merasakan datang pergimu yang makin rancu

dan semua ungkapanmu yang ambigu

dan cukup disini kutulis tentang cinta

karna lisan tak mampu berkata dan menuliskannya dalam prosa

dan sampai disini kutulis semua tentang cinta

semoga hadirmu makin jelas dalam bias pelangi

yang terlukis jelas dan lengkap rinai warnanya

 

bukan untuk siapa dan untuk apa

cuma mencoba mengungkap suatu yang takbisa terungkap

kalimat biasa untuk sesuatu yang tak biasa

dan bila semua tak bermakna, akan tetap kubingkai dalam hati yang tak terbaca

Assalamu’alaikum sahabatku, semoga puasanya makin indah dibanding Ramadhan tahun lalu. amin.

Bulan Ramadhan, biasanya makin banyak kegiatan yang menanti. Banyak undangan buka puasa bersama, bedah buku maupun kajian-kajian islam disamping rutinitas harian biasanya. Tapi Insya Allah semua kegiatan positif  tambahan itu akan makin menambah makna puasa dan Insya Allah akan semakin berkah.

Tarawih dan tadarus al Qur’an mungkin rutinitas harian hanya di bulan Ramadhan. Padahal, bulan Ramadhan semestinya menjadi bulan tarbiyah bagi kita untuk menjalani bulan-bulan berikutnya seusai Ramadhan, sehingga saat kita bertemu Ramadhan lagi (insya Allah, amin) kita sudah siap mental dan bekal. Masak kita cuma rajin tilawah Qur’an waktu Ramadhan aja? aktif  sholat berjama’ah isya’ di masjid cuma waktu tarawih aja? atau puasa cuma waktu bulan Ramadhan aja? klo kebanyakan jawabannya iya, Coba deh cek rutinitas harian Rasulullah tercinta :

Pertama, tak pernah meninggalkan sholat tahajjud. Kekuatan dakwah Rasulullah dan para sahabat adalah tahajjud dan jihad, sampai ada ungkapan “Kami di waktu malam menjadi pendeta dan di waktu siang kami menjadi tentara.”  Tau nggak saat kita tidur, setan mengikat tengkuk kepala kita dengan 3 ikatan. Yang pertama akan terbuka saat kita berdzikir menyebut nama Allah, yang kedua akan terbuka saat kita berwudhu dan yang ketiga akan terbuka saat kita mengerjakan shalat. Jika tidak, maka kita akan berjiwa buruk disertai rasa malas (HR. Bukhari)

Kedua, membaca Al Qur’an dengan maknanya. Qalam Allah yang begitu sempurna dan indah. Warisan dan mukjizat dari Rasulullah Saw. Dan banyak sekali ayat-ayat dan hadis yang mengharuskan kita membaca dan mempelajarinya demi keselamatan dan kebahagiaan dunia wa akhirat. Jangan lupa  ketika akan membacanya, berwudhu dulu. Dan sebaiknya diusahakan membacanya dengan tartil sambil mempelajari maknanya. Masak sih di depan TV bisa berjam-jam, tapi membaca Qur’an 10 menit aja udah ngantuk,hehehehe… ayo semangat!

Ketiga, Sholat subuh berjama’ah di masjid atau musholla. Jangankan jama’ah di masjid, berangkat sekolah aja sering telat karena bangun kesiangan. Ya Allah, ayam aja rajin bangun subuh tapi mengapa kita tidak? kita malah enjoy aja jadi bulan-bulanan syaitan. Astaghfirullah…

Keempat, tegakkan sholat Dhuha. Sesuai dengan hadits Rasululloh SAW,“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,” Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.” ( H.R. at-Tabrani).

Kelima, membiasakan bersedekah. Kalau rajin ngikutin tausyiah Ust. Yusuf Mansyur pasti pada hafal keajaiban bersedekah. Sedekah yang kita berikan adalah investasi di dunia dan akhirat. sedekah pula yang akan menerangi kubur kita , menjadi penolong di padang Mahsyar, di shiratal mustaqim, serta mengantarkan kita untuk bersanding dengan Rasulullah Saw di surga Firdaus. Bukankah, harta yang paling abadi adalah apa-apa yang kita sedekahkan?

Keenam, senantiasa menjaga wudhu. Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang selalu dalam keadaan berwudhu maka Allah senantiasa memberikan solusi terhadap setiap masalah dan kesulitan yang dihadapinya.” Tak ada satu makhlukpun yang tau kapan maut akan menjemput. Namun, sungguh bahagianya bila kita menghadap Illahi dalam keadaan bersih dan suci.

Ketujuh, banyak istighfar. coba hitung, berapa kali dalam sehari lisan kita melantunkan istighfar? Mungkin hanya seusai sholat saja? Rasulullah Saw, insan yang paling mulia, dalam sehari semalam beristighfar 70 hingga 100 kali lho…

Subhanallah… Rasulullah Saw, sungguh tauladan bagi seluruh umat manusia, sungguh beliaulah sebaik-baiknya umat. Rasulullah Saw. adalah insan mulia yang telah mendapat jaminan surga dari Allah azza wajalla, tapi beliau sanggup melaksanakan rutinitas semua itu. Kita, yang belum tentu bisa menghirup secuil wangi surga masih bermalas-malasan untuk beribadah. Semoga di bulan penuh Rahmah ini, benar-benar menjadi bulan pembelajaran bagi kita. Amin.

11 Ramadhan 1430H

saat semangat membacaku menguncup dan kelanjutan tugas akhir belum berujung

dan aroma-aroma kerinduan kembali menjelma…